Diposting Oleh Pengurus: GEMA Pembebasan Wilayah Sumsel
Rubrik: Reportase Kegiatan
Pada hari kamis, tepatnya tanggal 28 Maret 2013 jam 10.00 hingga 12.00 (Gema) Gerakan Mahasiswa Pembebasan Unsri mengadakan aksi tolak RUU Ormas, karena jika RUU ini disahkan menjadi UU akan mengekang dan mengkebiri pergerakan-pergerakan Ormas-ormas yang berfungsi menyampaikan aspirasi dan kritik kepada pemerintah, ini berarti akan kembalinya rezim represif ala orde baru sehingga membuat indonesia menjadi mundur ke belakang. Aksi yang dihadiri oleh 18 orang mahasiswa/i yang terdiri dari 16 mahasiswa dan 2 mahasiswi ini dimulai dari Patung Km 32 Kel. Timbangan, Kec. Indralaya, Kab. Ogan Ilir hingga kantor DPRD Kab. Ogan Ilir, Sumsel. Aksi berlangsung dengan tertib, damai, dan disambut baik oleh ketua DPRD Kab. Ogan Ilir. Aksi berakhir pada penyampaian dan pengiriman penyataan sikap dari Gema Pembebasan ke DPR RI yang berupa:
- Menolak RUU Ormas karena menjadi pintu yang sangat nyata bagi kembalinya rezim represif ala orde Baru. RUU ini juga berpotensi sangat besar membungkam suara kritis masyarakat terhadap pemerintah dengan berbagai dalih.
- Sesungguhnya yang diperlukan sekarang adalah menata ulang kerangka berfikir secara benar tentang bagaimana membina masyarakat dan membawa negri ini kearah yang sangat tepat, serta mengenali apa atau siapa sesungguhnya yang menjadi ancaman terbesar bagi negri ini dan bagaimana cara menghadapinya. Dari fakta yang ada, ancaman terbesar itu tidak lain adalah ideology sekulerisme, Kapitalisme dan Imperialism modern yang telah mencengkram negeri ini diberbagai aspek kehidupan terutama dibidang politik dan ekonomi sehingga masyarakat terkotori dan negeri ini bergerak kepada arah yang salah. Untuk membalik arah perjalannan Negara akibat pengaruh ideology sesat menuju arah yang benar itulah semestinya energi benar bangsa ini harus diarahkan bukan justru menimbulkan sikap represif apalagi terhadap kegiatan keumatan.
- Menyerukan kepada umat untuk dengan sungguh-sungguh berjuang bersama-sama bagi tegaknya kembali syariat dan khilafah. Yakinlah, hanya dalam naungan khilafah saja kerahmatan islam yang telah dijanjikan oleh Allah SWT itu benar-benar akan terwujud, sedemikian sehingga arah perjalanan Negara ini menjadi tepat dimana peran serta masyarakat melalui berbagai kegiaran dan organisasi demi kemajuan masyarakat akan mendapat tempat yang terhormat. Insya Allah. Hasbunallah wa nimal wakiil, nimal mawla wa niman nashiir.








