Rabu, 03/12 - Meski
dalam keadaan cuaca yang cukup terik, Mahasiswa Gema Pembebasan Daerah Indralaya
tetap menggelar aksi Tolak Pencabutan
Subsidi BBM dan Liberalisasi. Aksi ini dilakukan dengan
longmarch dari gerbang Kampus UNSRI menuju Patung Timbangan sambil mendorong
motor dan dilanjutkan menuju ke Gedung DPRD ini mengkritisi kebijakan rezim
baru 'Jokowi' yang telah menaikkan harga BBM (Bahan Bakar Minyak) pada tanggal
18 November kemarin, mengubah harga BBM Premium yang sebelumnya Rp. 6.500,-
/Liter menjadi Rp. 8.500,- /Liter.
Ferdy Hirawan sebagai Orator pertama menyampaikan kebatilan
dan kerusakan sistem kapitalisme dalam tata kelola migas” naiknya harga BBM ini
adalah keniscayaan yang pasti dengan diterapkannya sistem kapitalisme dimana
penguasa berselingkuh dengan para pengusaha yang entah itu asing maupun swasta.
Ditambahkan oleh Andri, ''bukti negri ini
sedang dijajah, terindikasi dari
banyaknya campur tangan asing dalam sistem tata kelola migas di negri ini yang
hampir 80 % mereka kuasai''
Dilanjutkan oleh Ketua komsat GP UNSRI, Novran Sulisno dalam orasinya juga menyampaikan
bahwa kebijakan ini adalah kebijakan yang zolim, bohong dan mengkhianati rakyat
sendiri karena sangat jelas hal ini hanya menguntungkan pihak asing. Alasan-alasan yang digunakan untuk naikkan harga BBM pun
dinilai cenderung dipaksakan dan penuh tipu daya. Membengkaknya subsidi BBM
dikambing hitamkan rezim baru sebagai penyebab jebolnya APBN. "Justru,
faktor yang membuat APBN jebol adalah hutang luar negeri". Ia Menambahkan bahwa pengguna BBM mayoritas
adalah rakyat kelas bawah, yaitu sebesar 75% dari total pengguna kendaraan
bermotor. Oleh karenanya alasan BBM bersubsidi tidak tepat sasaran dinilai alasan
yang mengada-ada.
Novin, Sebagai koordianator Gema Pembebasan Indralaya, menjelaskan apapun alasan yang dilontarkan pemerintah untuk menaikkan harga BBM adalah kedzoliman dan kebohongan yang sangat nyata. "mengutip pernyataan Kwik Kian Gie, Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) ditambah biaya pengilangan (refinering) ditambah lagi dengan biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin adalah USD24,1 per barel (laman ESDM) atau jika dalam rupiah 24,1:159 x 12.100= Rp1.834 per liter. "Jadi Pemerintah kalau impor dari minyak mentah dunia untung Rp580," (Republika, 2014) Maka Harga BBM yang sebelumnya Rp. 6.500,- sudah cukup memberi keuntungan bagi pemerintah.
Novin, Sebagai koordianator Gema Pembebasan Indralaya, menjelaskan apapun alasan yang dilontarkan pemerintah untuk menaikkan harga BBM adalah kedzoliman dan kebohongan yang sangat nyata. "mengutip pernyataan Kwik Kian Gie, Biaya untuk mengangkat minyak dari perut bumi (lifting) ditambah biaya pengilangan (refinering) ditambah lagi dengan biaya transportasi rata-rata ke semua pompa bensin adalah USD24,1 per barel (laman ESDM) atau jika dalam rupiah 24,1:159 x 12.100= Rp1.834 per liter. "Jadi Pemerintah kalau impor dari minyak mentah dunia untung Rp580," (Republika, 2014) Maka Harga BBM yang sebelumnya Rp. 6.500,- sudah cukup memberi keuntungan bagi pemerintah.
Arta menambahkan bahwa
dampak dari kenaikan BBM ini sangat mengkhawatirkan, dimana masyarakat yang
miskin akan semakin miskin dan itu terlihat dari melesatnya berbagai kebutuhan
pokok, biaya transportasi, dll. Bahkan kebijakan dengan memberikan 3 kartu
sakti ala rezim jokowi juga tidak menyelesaikan masalah, tidak dapat menutupi
kebutuhan keluarga yang semakin meningkat akibat lonjakan harga ditambah lagi
kebijakan ini adalah sementara sebegai peredam kemarahan rakyat.
Dan Orasi selanjutnya dilakukan di depan gedung
kantor DPRD Kabupaten Ogan Ilir, oleh Anton yang mengungkap pengkhianatan penguasa
di balik naiknya harga BBM Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pernyataan
sikap GEMA Pembebasan terkait kenaikan harga BBM oleh Novin, yang terdiri dari
beberapa poin penting :
Dilanjutkan Penyampaian tanggapan
dari wakil ketua DPRD langsung, aksi pun berakhir dengan pembacaan doa. Aksi ini diliput oleh
wartawan media nasional,yang menurut informasi disiarkan di TV SWASTA Indosiar,
PAL TV dan Trans TV dan aksi ini berlangsung dengan damai dan lancar, Aparat
Keamanan mengawal aksi tersebut hingga selesai. [NS]
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.png)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.png)
.png)
.png)








0 komentar:
Posting Komentar