Apa Ideologi Kita ?Ketikaditanyakan; “Apa ideologi kita? Ternyata banyak yang kebingungan menjawabnya.Sedangkan untuk menjawab apa agama kita ? Dengan mudah dapat segera kita jawab.Mengapa demikian ?
Initiada lain karena selama ini kita hanya menjadikan islam sebatas agamaspiritual yang tidak beda dengan fungsi agama nasrani & yahudi maupun agamalainnya. Ketika kita hanya menjadikan islam sebatas agama ritual (hanya urusanibadah ritual) maka untuk mengatur kehidupan sehari-hari kita menggunakanideologi lain (mengambil ideologi kapitalisme atau sosialisme). Sebagai contoh, bukankah kita memeluk islamtapi dalam pengaturan hukum kehidupan sehari-hari kita menggunakan KUHPpeninggalan Belanda? Sementara hukum Islam Kita campakkan. Kenapa kita tidakgunakan hukum Islam?
Demikianpula dalam mengatur pemerintahan kita menggunakan sistem demokrasi dariideologi kapitalisme. Mengapa kita tidak menggunakan sistem Pemerintahan Khilafah yang berasaldari ideologi Islam ?
Kesemuanyamerupakan kenyataan bahwa kita tengah menjadikan islam hanya sebagai agamaritual, tidak menjadikannya ideologi. Sementara dalam hidup keseharian kitamengambil ideologi lain kendati kita beragama islam. Lalu apa sebenarnyaideologi kita ?
Apa Itu Ideologi ?
Menurut Kamus Besar BahasaIndonesia berarti :
· Kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asaspendapat (kejadian) yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup
· Cara berpikir seseorang atau suatu golongan
· Paham, teori dan tujuan yang berpadu merupakansuatu program sosial politik
Menurutistilah dalam bahasa Arab, Ideologi dikenaldengan nama “al-mabda”. Mabda (ideologi) adalah “aqidah yang didasarkan kepada akal (‘aqidah ‘aqliyah) yg tergalididalamnya aturan (nizhom)”.
JadiIdeologi adalah dasar(asas) untuk membangun berbagai peraturan hidup untukmengatur kehidupan manusia.
Sedangkan ‘aqidah adalahpemikiran secara menyeluruh tentang alam, manusia dan kehidupan, baiksesuatu yang terkait sebelum atau sesudahnya.
Adapun aturan (nizom) merupakanhasil dari kajian yang bersumber dari ‘aqidah sebagai solusi berbagai persoalanmanusia dan sebagai penjelas bagaimana aplikasi terhadap solusi tersebut.Dengan demikian dalam sebuah aturan yang bersumber dari aqidah (Islam) memilikidua muatan, yaitu pemikiran (fikroh) dan metodologi (thoriqoh).
Dari mana lahirnya Ideologi ?
Dari penjelasan di atas, maka sebuahideologi lahir dari dua kemungkinan.
Pertama: ideologi itu lahir dari sebuahnurani kepribadian (seseorang) yang disandarkan kepada wahyu (dari Allah).
Kedua: ideologi itu lahir dari sebuahnurani kepribadian (seseorang) yang disandarkan kepada kedalaman ilmupengetahuan yang dimiliki oleh kepribadian orang tersebut.
Ideologi yang lahir dari hati nuranimanusia yang disandarkan kepada wahyu itulah ideologi yang benar (mabdashohih). Inilah Ideologi Islam. Karena ideologi itu datang dari Penciptaalam, manusia dan kehidupan (Allah SWT).
Adapun bentuk ideologi yangkedua, yaitu yang lahir dari akal pikiran manusia adalah ideologi bathil.Dimana letak kebathilannya? Karena ideologi itu lahir dari akal pikiranmanusia, sedangkan akal pikiran manusia itu lemah dan terbatas.
Karena itu, ideologi selaludidasarkan kepada pemikiran universal (menyeluruh) tentang alam, manusia dankehidupan. Dan metode suatu keharusan dalam rangka mendukung lahirnya ideologi.Sedangkan keberadaan pemikiran universsal itu sebagai asas, karena pemikiranmenyeluruh (tentang alam, manusia dan kehidupan) adalah “aqidah”, kaidahpemikiran dan sebagai manajerial pemikiran (qiyadatul fikriyah) yang dijadikanasas “way of life”.
Melihat pengertian ideologisebagaimana dikemukakan diawal, maka dapat disimpulkan bahwa di dunia ini hanyaada tiga ideologi yang mendominasi pemikiran manusia, baik secara individu,kelompok maupun bernegara. Ketiga ideologi tersebut ialah: Kapitalisme,Komunisne dan Ideologi Islam.
Ideologi atau hanya agama spiritual ?
“Islam adalah agama yang diturunkan Allah SWT kepadaNabi Muhammad SAW untuk mengatur hubungan antara manusia denganKholiqnya, hubungan manusia dengan dirinya sendiri dan hubungan antara manusiadengan sesamanya.
Hubungan antara manusia dengan Khaliqnya; seperti beraqidah dan ibadah.
Hubungan manusia dengan dirinya sendiri seperti akhlak, makan, danberpakaian.
Hubungan manusia dengan sesamanya, mencakup masalah muamalat dansanksi”.
Sehubungandengan masalah tersebut, maka Islam adalah ideologiuntuk segala urusan kehidupan. Bukan agama lahut dan tidak ada hubungannyadengan masalah kerahiban. Karena itu dalam Islam tidak ada kelompok yangdikenal dengan istilah ”tokoh agama” dan tidak ada yang dikenal dengan “tokohdunia”, akan tetapi semua yang telah memeluk Islam disebut “Muslimin”.Semua dihadapan Islam sama, dan tidak dikenal dengan tokoh spiritual ataupublik figur.
Adapun aspekruhiyah dalam Islam adalah keberadaan benda sebagai makhluk dihadapan Khaliq(Allah) dan diatur dengan peraturan-Nya. Karena penalaran yang dalam tentangalam, manusia, kehidupan, yang ada disekitarnya dan yang berkaitan dengannyadan dalil yang menunjukkan kepada masalah itu, manusia sangat kurang, lemahsehingga membutuhkan makhluk lainnya. Semua makhluq dihadapan Pencipta (Allah)diatur dengan segala perintah-Nya, dan sesungguhnya manusia adalah bagian darikehidupan, maka wajib memiliki aturan (nizham) yang mengatur nalurinya dankebutuhannya kepada material lain. Dengan demikian tidak mungkin aturan inidatang dari manusia, karena lemahnya manusia, dan bahwasanya aturan manusia ituhanya melahirkan pertentangan, perselisih dan perlawanan yang kemudian akanmenghasilkan kerusakan dimuka bumi serta jalan kecelakaan bagi manusia.
Islamadalah aqidah dan aturan(syariah), adapun aqidah yaitu iman kepada Allah,malaikat, kitab-kitab, dan para utusan-Nya, hari akhir, qadha dan qadar, baikmaupun buruknya semua itu dari Allah SWT. Islam telah membangun aqidah atasakal dari apa yang telah ditemukan oleh akal, seperti iman kepada Allah dankenabian Muhammad SAW. Iman kepada Al-Quran semua itu dibangun dalam sifatghoib. Artinya akal tidak mungkin akan mampu menemukan seperti hari qiyamat,malaikat, surga dan neraka, kalau sumbernya tidak masuk akal yaitu Al-Quran danhadits mutawatir. Maka Islam menjadikan akal sebagai pengikat hukum.
Adapun aturan (nizham) yaitu hukum syara’ (syariah Islam) yangmengatur segala urusan manusia. Dan sistem (nizhom) Islam telah ada sebagaipengatur segala aspek, namun masih bersifat umum dan bermakna umum. Al-Qurandan Al-Hadits turun telah mengandung garis-garis besar artinya memilikikandungan umum untuk mengatasi segala persoalan hidup. Dan Allah telahmemberikan kesempatan bagi para mujtahid untuk menggali makna hukumsyara’ yang bersifat umum kepada makna yang juziyah (terperinci) dan Allahtelah menyediakan pula pahala baginya.
Mengapa kita tak ber Ideologi Islam?
Setelah memahami pembahasan ini, masihkan kita menjadikan Islam hanyasebatas agama ritual? Kenapa belum mengambilnya sebagai Ideologi? Karena hanyaada beberapa kemungkinan kita tidak berideologi Islam:
· Tidak paham ideology
· Kepentingan sesaat.
· Terjebak dalam system ideology lain.
Sumber utama tidak berideologi islam adalah karena tidak paham tentangideology sehingga tertipu oleh ghazwul fikr (infasi pemikiran) ideology lain.
Sementara bagi yang sudah paham masih tergoda kepentingan sesaat yangsengaja ditawarkan oleh musuh ideology islam (yakni; Ideologi Kapitalisme &Sosialisme). Sementara bagi yang sudah tergoda oleh tawaran ideology lain makamereka akhirnya terjebak dalam system ideology tersebut, sehingga tak sempatlagi mengambil islam sebagai ideology. Bukankan terlalu banyak pelajaran danfakta bahwa memperjuangkan ideology Islam dengan menggunakan system ideologylain akan berujung kegagalan dan bahkan terjebak dalam turut mengokohkan systemideology lain? Bukankan Rasul SAW telah memberikan tauladan sebagai methodeuntuk memperjuangkan Islam dengan cara Islam?
Bukankah dalam sejarah peradaban manusia belum pernah ada buktikeberhasilan memperjuangkan islam dengan masuk dalam sistem kufur(Demokrasi)?Jika ada dimana buktinya? Namun kita dapat dengan mudah menunjukkan bukti bahwaislam pernah berhasil ditegakkan dengan tidak bergabung dalam sistem kufur.Rasul pernah membuktikan keberhasilannya dg tegaknya Daulah Khilafah Islamiyah.
Khatimah
Akankah kita membiarkan kerusakan di muka bumi ini dengan meninggalkan Islam sebagaiideologi dan diatur oleh ideologi kapitalisme???. Tentunya, problematika inimenjadi tanggung jawab setiap kita, dari mulai kita sendiri, keluarga, sekolah,masyarakat, para ulama, pejabat, tokoh masyarakat, sampai negara. Dan apabilakita tidak segera sadar dan bangkit untuk membenahi persoalan ini, maka masadepan dunia akan semakin suram dan hancur!
“Maka demi Tuhanmu, mereka tidak beriman sehinggamereka bertahkim kepadamu dalam segala perselisihan diantara mereka. Kemudianmereka tidak merasa keberatan dalam hatinya menerima hukummu (putusanmu) danmereka sepenuhnya menyerah kepadamu. TQS. An-Nisa: 65
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubahkeadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri”(Ar-Ra’du :11).
]وَمَا ءَاتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا[
"Dan apa saja yang dibawa oleh Rasul lakukanlah, sedangkanyang dilarangnya maka tinggalkanlah."
(QS. Al hasyr [59]: 7)
Wallahu a’lam bishshawab
penulis : Drs. W.A.Fathin Almaroky














