TEGAKKAN SYARIAH DAN KHILAFAH

Gema Pembebasan Unsri/ Bersatu, Bergerak, Tegakkan Ideologi Islam

.

.

Jumat, 17 Januari 2014

KETIKA IZZAH MASIH MILIK KITA



Beberapa kisah sejarah Berikut ini menunjukkan betapa besar dan agung kemuliaan yg pernah disandang oleh kaum muslimin:

Surat Kaisar Romawi kpd Mu'awiyah berkaitan dgn pecahnya perselisihan antara Mu'awiyah dan Ali bin Abi Thalib.

Dari Kaisar Romawi kpd Mu'awiayah:
Kami telah mengetahui perselisihan yg terjadi antara anda dan Ali bin Abi Thalib, dan menurut penilaian kami, andalah yg paling berhak menempati posisi sebagai khalifah, jika saja tuan memerintahkan padaku niscaya aku akan mengirimkan kepadamu sejumlah pasukan yg akan membawakan kepadamu kepala Ali bin Abi Thalib.

Surat kaisar romawi ini pun dibalas oleh Mu'awiyah:

Dari Mu'awiyah kepada Heraklius.

Ini adalah perselisihan antara dua saudara , lalu mengapa anda ingin turut campur dalam urusan mereka berdua.
Jika engkau tidak membungkam mulutmu sendiri maka aku akan mengirim kepadamu satu armada pasukan, barisan pertamanya telah sampai kepadamu dan barisan terakhirnya masih ditempatku hanya untuk mendatangkan kepalamu untukku agar aku serahkan kepada Ali bin Abi Thalib.

Demikianlah keadaan kita saat dahulu kita sangat mulia.

================================

Khalid bin Walid pernah mengirim sepucuk surat kepada kisra
Dalam surat itu beliau berkata;

Masuk lah kedalam islam niscaya engkau akan selamat, atau jika engkau menolaknya niscaya aku akan mendatangimu dengan sejumlah kesatria yg sangat mencintai kematian seperti kalian mencintai kehidupan...

Tatkala Kisra membaca surat tersebut, ia segera mengirim utusannya kepada kaisar cina, memohon bala bantuan, kaisar cina kala itu hanya membalas permintaan kisra dengan ucapan berikit ini:

Wahai kisra, aku sama sekali tidak memiliki kekuatan melawan suatu kaum yg jika mereka bertekad mencabut sebuah gunung niscaya mereka sanggup untuk melakukannya.

Duhai..kemulaan apakah yg mereka miliki ini.. ?
Demikianlah keadaan kita kala kita dahulu masih mulia.

================================

Pada zaman kekuasaan al Utsmaniyah dahulu kapal kapal armada perang mereka jika melintasi pelabuhan pelabuhan eropa,serentak seluruh gereja di kota2 pesisir pantai itu mengehentikan pukulan lonceng2 gereja sebab mereka sangat takut jangan sampai hal itu dapat memancing kaum muslimin untuk menaklukkan negri mereka.

================================

Di kisahkan bahwa pada abad pertengahan salah seorang pendeta berkebangsaan Italia berdiri disebuah lapangan disalah satu kota italia dan berkhutbah, didalam khotbahnya itu ia mengatakan:

Sungguh merupakan perkara yg benar2 sangat memilukan manakala saat ini kita melihat para remaja nasrani benar benar telah meneladani orang2 islam berkebangsaan arab itu, dalam seluruh model berpakaian mereka, gaya hidup dan pemikiran mereka, bahkan seorang pemuda nasrani jika ia ingin menunjukkan kebanggaannya dihadapan teman wanitanya si pemuda itu akan mengatakan kpd teman wanitanya tersebut sebuah ungkapan cinta dgn bhs Arab " uhibbuki " (aku mencintaimu) sekedar ingin menunjukkan kepada wanita tersebut bahwa betapa dgn bhs arab yg baru saja ia gunakan itu ia merasa sangat maju dan moderen.

Hal itu terjadi ketika dahulu kita masih sangat mulia.

================================

Pada masa pemerintahan Al 'utsmaniyah dahulu, disetiap pintu rumah tergantung dua buah alat pengetuk pintu, besar dan kecil.

Ketika alat pengetuk pintu yg besar digunakan oleh tamu, maka pemilik rumah akan segera mengetahui , bahwa tamu yg di luar itu adalah seorang pria , sehingga orang yg pergi membukakan pintu untuknya adalah pria pula.
Dan sebaliknya, jika alat pengetuk yg berukuran kecil digunakan oleh tamu, maka diketahui pula bahwa tamu itu adalah seorang wanita , sehingga istri pemilik rumah lah yg pergi membukakan pintu untuknya.

Betapa dahulu kita sangat amat mulia.

Mari raih kembali kemuliaan itu!


Hiduplah mulia dibawah naungan khilafah tinggalkan demokrasi, Bring back Islam!

Jazaakumullah khairan katsiran

Senin, 23 Desember 2013

Konferensi Mahasiswa Islam Sumatera Selatan (KMISS)




HTI Press. Palembang- Konferensi Mahasiswa Islam Sumatera Selatan (KMISS) yang diselenggarakan di Gedung Auditorium Universitas Muhammadiyah Palembang berlangsung dengan lancar. Hizbut Tahrir Chapter Kampus Sumsel sebagai penyelenggara konferensi ini menghadirkan sekitar 600-an mahasiswa dan mahasiswi se-Sumatera Selatan. Ada juga perwakilan mahasiswa yang berasal dari Jambi, Bengkulu, Lampung, Riau, dll. Konferensi yang berlangsung dari pukul 08.00 sampai 12.00 WIB pada hari Sabtu, 13 April 2013 mengangkat tema “Mahasiswa Bersatu Songsong Tegaknya Khilafah”. Tujuan dari Konferensi Mahasiswa Islam Sumatera Selatan (KMISS) ini adalah mengajak mahasiswa Sumsel untuk bersama-sama menyatukan visi dan misi menjadikan syariah dan Khilafah menjadi arus utama pergerakan mahasiswa, dan bersatu padu menyongsong tegaknya Khilafah yang tinggal tunggu waktu.  Konferensi dibuka oleh MC Novran Sulisno dan jalannya acara dipandu oleh Host Joni Kuswantoro dan Ferdy Hirawan.
Ada enam pembicara di KMI Sumsel ini. Pembicara pertama adalah Rizal Fahmi, Ketua Lajnah Khusus Mahasiswa (LKM) HTI Sumsel. Beliau membawa tema “Kegagalan Kapitalisme dalam Menyejahterakan Rakyat”. Pembicara kedua, Rizqi Awal Al Palimbani, Koordinator BKLDK Nasional, dengan tema “Peran Strategis Dakwah Kampus dalam Mengusung Khilafah sebagai Solusi”. Pembicara ketiga Arditya Prayogi dari Gerakan Mahasiwa Pembebasan Pusat berorasi dengan tema “ Kebangkitan Masyarakat Hakiki dengan Tegaknya Khilafah”. Pembicara keempat adalah Erwin Permana,SP.,M.E. Beliau adalah Deklarator Sumpah Mahasiswa KMII 2009 dan mengangkat tema “Kapitalisme Telah Sekarat! Fajar Khilafah Segera Menyingsing!”. Pembicara kelima adalah Ust. Mahmud Jamhur,S.P. Beliau adalah Ketua DPD I HTI Sumsel mengangkat tema “Seruan Hangat kepada Mahasiswa dan Intelektual Muda untuk Tegakkan Khilafah”. Dan pembicara keenam adalah Asep Supriatna, S.T.P. Beliau adalah The Great Muslim Motivator, Motivator Islam Nasional. Beliau mengangkat tema “Mahasiswa : Inspirasi Perjuangan” yang membuat semangat peserta untuk berjuang menegakkan Syariah dan Khilafah semakin menggebu-gebu.
Konferensi ini kemudian dilanjutkan dengan testimoni dari perwakilan mahasiswa Jambi, Bengkulu, Lampung, Riau dan Sumsel, serta perwakilan dari Muslimah. Kemudian acara dilanjutkan dengan Deklarasi Sumpah Mahasiswa Islam  yang disampaikan oleh Mahasiswa Universitas Sriwijaya, Andri Novriansyah. Ada lima poin dari Sumpah Mahasiswa ini :
  1. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa sistem sekuler, baik berbentuk kapitalis-demokrasi maupun sosialis-komunis adalah menjadi sumber penderitaan rakyat dan sangat membahayakan eksistensi Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  2. Dengan sepenuh jiwa, kami yakin bahwa kedaulatan sepenuhnya harus dikembalikan kepada Allah SWT – Sang Pencipta alam semesta, manusia dan kehidupan – untuk menentukan masa depan Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  3. Dengan sepenuh jiwa, kami akan terus berjuang tanpa lelah untuk tegaknya syari’ah Islam dalam naungan Negara Khilafah Islamiyah sebagai solusi tuntas problematika masyarakat Indonesia dan negeri-negeri muslim lainnya.
  4. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan kepada semua pihak bahwa perjuangan yang kami lakukan adalah dengan seruan dan tantangan intelektual tanpa kekerasan.
  5. Dengan sepenuh jiwa, kami menyatakan bahwa perjuangan yang kami lakukan bukanlah sebatas tuntutan sejarah tetapi adalah konsekuensi iman yang mendalam kepada Allah SWT.
Setelah Deklarasi Sumpah Mahasiswa KMI Sumsel mengguncang Auditorium Muhammadiyah Palembang, dilanjutkan dengan penandatanganan di spanduk berbingkai yang bertuliskan Sumpah Mahasiswa Islam KMI Sumsel yang berukuran 3×2 meter. Peserta antusias menandatangani spanduk ini. Sampai acara ditutup,masih banyak yang menandatangani dan mengambil moment berfoto di spanduk sumpah mahasiswa islam tersebut. Semoga Konferensi Mahasiswa Islam Sumatera Selatan (KMISS) ini membawa dampak yang positif agar Syariah Islam dan Hukum Allah dapat berdiri sempurna dalam Bingkai Daulah Khilafah Islamiyyah sebagaimana yang Umat Islam dambakan. [] fer

Mars GEMA Pembebasan




Gemakan Pembebasan
Tuk Meraih Kemulian Islam
Gemakan Pembebasan
Tuk Menggapai Ridho Dari Ar-Rahman

Gemakan Pembebasan
Tuk Meraih Kemulian Islam
Gemakan Pembebasan
Tuk Menggapai Ridho Dari Ar-Rahman

Wahai Mahasiswa Kau Pembebas Dunia
Wahai Mahasiswa Kau Penerus Negeri

Kami Gemakan Pembebasan Dunia
Tuk Menggapai Ridho Ilahi Robbi
Kami Gemakan Pembebasan Dunia
Tuk Menggapai Ridho Ilahi Robbi

Gemakan Pembebasan
Tuk Meraih Kemulian Islam
Gemakan Pembebasan
Tuk Menggapai Ridho Dari Ar-Rahman

Wahai Pembebas Kehidupan Tak Kekal
Ladang Dakwah Jihad Menanti Di Hadapan
Mari Berjuang Menegakkan Syariah
Gemuruhkan Takbir, Allahu Akbar!

Gemakan Pembebasan
Tuk Meraih Kemulian Islam
Gemakan Pembebasan
Tuk Menggapai Ridho Dari Ar-Rahman

Gemakan Pembebasan
Tuk Meraih Kemulian Islam
Gemakan Pembebasan
Tuk Menggapai Ridho Dari Ar-Rahman

Wahai Mahasiswa Kau Pembebas Dunia
Wahai Mahasiswa Kau Penerus Negeri

Kami Gemakan Pembebasan Dunia
Tuk Menggapai Ridho Ilahi Robbi
Kami Gemakan Pembebasan Dunia
Tuk Menggapai Ridho Ilahi Robbi

Gemakan Pembebasan
Tuk Meraih Kemulian Islam
Gemakan Pembebasan
Tuk Menggapai Ridho Dari Ar-Rahman

Wahai Pembebas Kehidupan Tak Kekal
Ladang Dakwah Jihad Menanti Di Hadapan
Mari Berjuang Menegakkan Syariah

Gemuruhkan Takbir, Allahu Akbar!
 

HUKUM BERJUANG DI PARLEMEN DALAM SISTEM DEMOKRASI MENURUT PANDANGAN ISLAM

Sebagai kaum muslim, kita menyadari akan adanya ketentuan Syariat mengenai kebolehan atau tidak kaum muslim ketika berada pada tampu sistem saat ini. terkait permasalahan ini tidak boleh dipahami sebagai masalah ijtihadiyah , sebab dalil-dalil  yang mengharamkan memasuki dan berkecimpung di dalam parlemen dilalahnya adalah pasti

Ijtihad sendiri hanya berlaku pada perkara perkara yang melibatkan daiil-dalil yang bersifat dzaniiyah . Adapun jika suatu perkara hanya melibatkan dalil dalil yang bersifat qathiy maka tidak ada ijtihad di dalamnya..

Adapun dalil-dalil yang mengharamkan kaum muslim berkecimpung dalam pemilu dan parlemen adalah sebagai berikut :

Pertama : Larangan duduk di majelis yang memperolok-olok dan mendustakan ayat-ayat Allah SWT, 
 Al Quran telah menyatakan dengan sangat jelas :

" Jika Kamu melihat orang orang yang mengolok-olok ayat - ayat kami, maka berpalinglah kamu dari mereka, hingga mereka mengalihkan kepada pembicaraan lain, Dan jika kalian dilupakan setan (sehingga duduk di forum itu) , maka setelah kamu ingat , janganlah kalian duduk bersama-sama orang orang dzalim itu
(QS. al-Anam : 68)

Ayat ini diperkuat dgn firman Allah :

" Dan sesungguhnya Allah telah menurunkan atas kamu, di dalam al Kitab ini, Bahwa apabila kamu mendengar ayat ayat Allah tidak dipercayai, dan diperolok-olok, maka janganlah kamu duduk beserta mereka, hingga mereka masuk kepada pembicaraan lain, sebab (Jika kalian melakukan seperti itu )
maka kamu seperti mereka.
(An -Nisa :140)

Ayat-ayat ini dilalahnya Qathiy . dari sisi hukum kita bisa menyimpulkan bahwa, orang yang duduk di suatu forum yang mengolok-olok ayat Allah dan mengingkari ayat-ayat Allah. telah terjatuh perbuatan haram,

FAKTA menunjukkan sangat jelas bahwa, sistem aturan parlemen yang ada di negeri ini telah memperolok-0lok dan menginkari ayat-ayat Allah . Tidak hanya itu saja , lembaga ini secara sistemik telah melontarkan aturan kufur yang bertentangan dengan Islam. dapat kita lihat Hukum perbankan yang ribawi, sistem peradilan yang disangga olehu hukum positif barat, sistem pemerintahan demokratis, liberalisme, pluralism, kapitalisme, HAM dll,

Persoalannya bukan bagaimana menempatkan kaum muslim sebanyak - banyaknya di parlemen , akan tetapi bagaiamana merubah sistem aturan parlemen, Sebab selama sistem aturan parlemen tidak berubah , maka kaum muslim tidak akan bisa berbuat apapun, Kasus FIS di Aljazair dan IM di MESIR harusnya dijadikan pelajaran berharga bagi kaum muslim.

Sayangnya aturan main PEMILU dan PARLEMEN telah melarang partai Islam untuk mengubah asas dan dasar negara berdasarkan Al Quran dan Sunnah.

Ini semua membuktikan bahwa, melibatkan diri dalam parlemen dan pemilu merupakan bentuk pengakuan sadar atau tidak sadar terhadap sistem kufur itu sendiri,  Selain itu sistem aturan parlemen dan pemilu akan menyeret siapa saja yang terlibat di dalamnya pada tindakan HARAM dan dimurkai Allah SWT.

KEDUA, Ada larangan untuk berhukum dengan aturan yang tidak lahir dari Aqidah Islam,. pada dasarnya sistem aturan yang mengatur pemilu dan parlemen sama sekali tidak lahir dari aqidah Islam. seluruh aturannya muncul dari paham SEKULERISME dan DEMOKRASI yang sangat bertentangan dengan Islam

Allah telah berfirman :
Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah. Dia menerangkan yang sebenarnya dan Dia Pemberi keputusan yang paling baik.
(TQS al-An’am [6]: 57) .


Masih banyak lagi Nash Al Quran yang bisa kita baca seperti ;

“Maka demi Rabbmu, sekali-kali mereka belumlah beriman sampai mereka menjadikanmu (hai Muhammad) sebagai hakim di dalam perselisihan yang terjadi di antara mereka, kemudian mereka tidak mendapati rasa berat di dalam hati mereka, dan mereka pun pasrah dengan sepenuhnya.”
(QS. an-Nisa’: 65)

Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka.
(TQS al-Maidah [5]: 49)

Dan janganlah kamu mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidahmu secara dusta "Ini halal dan ini haram", untuk mengada-adakan kebohongan terhadap Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tiadalah beruntung.
(TQS an-Nahl [16]: 116)


Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
(QS: Al-A'raf Ayat: 40)

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?
(TQS al-Maidah [5]: 50) ,


Wallâh a’lam bi ash-shawab.

Jumat, 15 November 2013

Profil Singkat GEMA PEMBEBASAN




A. LATAR BELAKANG KELAHIRAN GEMA PEMBEBASAN

Kemerdekaan yang telah diproklamirkan Indonesia, ternyata belum mampu mengeluarkan negeri ini dari ketergantungan kepada asing, khususnya negera-negara penjajah kafir Barat dalam bentuk ideologi (pemikiran dan politik). Negeri yang subur dan kaya sumber daya alam ini pun telah mengalami beberapa kali pergantian kepemimpinan dan kebijakannya. Namun semua itu tidak membawa kehidupan negeri ini kepada keadaan yang semakin baik sebagaimana yang dicita-citakan, yakni menciptakan kesejahteraan bagi rakyatnya.

Sebaliknya, masyarakat hidup dalam keadaan semakin sulit. Seiring kenaikan harga BBM dan Tarif Dasar Listrik (TDL), harga kebutuhan pokok masyarakat juga terus merangkak naik. Pendidikan yang sejatinya untuk mempersiapkan generasi dan sumber daya manusia yang berkualitas semakin mahal. Hanya dapat dinikmati golongan yang berdompet tebal. Begitu pun harga sebuah kesehatan. Rakyat harus merogoh kocek mereka lebih dalam untuk mendapatkan dan menikmati fasilitas kesehatan. Teror dan konflik terjadi di mana-mana. Dan masih banyak lagi fakta mengenai dampak kebijakan dan pengelolaan yang tidak beres dan tidak becus di negeri ini.

Realitas yang rusak ini hendaknya menyadarkan kita, seluruh elemen negeri ini untuk menganalisis apa yang menjadi sumber kerusakan tersebut dan menggerakkan kita untuk melakukan perubahan dari keadaan yang rusak kepada keadaan yang baik melalui perubahan yang benar. Tanpa itu, kita hanya menjadi manusia-manusia yang jumud, bebal dan pragmatis (terkekang oleh lingkungan). Terlebih bagi mahasiswa yang secara idealisme-normatif merupakan intelektual muda yang peka terhadap realitas sosial yang terjadi di sekitarnya serta mampu mengubah, mengarahkan dan menjaga realitas di sekitarnya itu sesuai idealismenya. Mereka adalah agen-agen perubahan sosial-masyarakat (Agents of Social Change).

Secara historis mereka telah menunjukkan perannya. Di pentas negeri ini ada Pemuda 1928 dengan Sumpah Pemudanya, Angkatan 66 yang menggulingkan komunisme, dan Angkatan 98 dengan Tuntutan Reformasinya maupun pergerakan mahasiswa-pemuda di negeri-negeri yang lain. Namun, otak yang mengarahkan dan energi yang mendorong pergerakan mahasiswa mewujudkan perubahan sosial beragam. Ada yang bercorak nasionalis, sosialis-komunis, religius ataupun gabungan dari corak-corak yang ada. Semuanya mewakili 3 ideologi yang ada di dunia saat ini, yaitu Kapitalisme-Liberalisme; Komunisme-Sosialisme; dan Islam.

Oleh karena itu, perubahan yang dihasilkan pun mengikuti main stream ideologi (arus utama pemikiran dan politik) yang menggerakkannya. Ideologi ini tidak akan eksis tanpa dukungan negara yang mengembannya. Maka, setelah tumbangnya negara Kekhilafahan Utsmani (Islam) dan Uni Soviet (Komunisme-Sosialisme), praktis ideologi Kapitalis-Liberalislah yang mengendalikan main stream ideologi dunia saat ini. Ini pula yang menjadi akar persoalan utama negeri ini khususnya dan negeri-negeri lain pada umumnya, ketika hegemoni ideologi Kapitalis berkuasa di dunia.

Berangkat dari realitas dan pemikiran inilah maka Gerakan Mahasiswa Pembebasan (Gema Pembebasan) pada tanggal 28 Februari 2004 bertempat di Universitas Indonesia lahir sebagai satu gerakan mahasiswa Islam Ideologis di tengah-tengah umat dan masyarakat kampus Indonesia untuk membebaskan negeri ini dari belenggu ideologi buatan manusia yang lemah dan membawa penderitaan dan kenestapaan kepada ideologi yang berasal dari Sang Pencipta manusia Yang Maha Perkasa, mengantarkan kepada kebahagiaan hidup dan keridlaan-Nya.

B. LANDASAN PEMBENTUKAN GEMA PEMBEBASAN

“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran [3]: 110)

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada al-khoir (Al-Islam), menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung.” (QS. Ali Imran [3]: 104)

“Sesungguhnya Allah menyukai orang yang berperang dijalan-Nya dalam barisan yang teratur seakan-akan mereka seperti suatu bangunan yang tersusun kokoh.” (QS. Ash Shaff [61]: 4)

C. VISI GEMA PEMBEBASAN

Menjadikan ideologi Islam sebagai main stream gerakan mahasiswa di Indonesia

D. MISI GEMA PEMBEBASAN

1. Mengembangkan manajemen pengelolaan opini ideologi Islam sehingga memiliki daya gugah membangun kesadaran politik dan daya pembebas terhadap seluruh faktor pembelenggu Islam.

2. Membangun jaringan pergerakan mahasiswa Islam ideologis di seluruh Indonesia.

3. Mengembangkan sistem pendukung bagi transformasi ideologi Islam di kalangan mahasiswa dan pergerakan mahasiswa.

4. Membentuk kader pergerakan mahasiswa Islam yang ideologis dan memiliki kemampuan dalam mengembangkan opini.

E. TUJUAN GEMA PEMBEBASAN

Terbentuknya opini Islam ideologi di kalangan mahasiswa dan pergerakan mahasiswa di Indonesia.

F. BUDAYA GERAKAN GEMA PEMBEBASAN

1. Mengembangkan opini Islam ideologis yang terencana dan konsepsional secara terus-menerus.

2. Menjadikan Islam Ideologi sebagai tolok ukur dalam setiap perencanaan, kebijakan, pelaksanaan kegiatan dan interaksi di antara seluruh eksponen pendukung gerakan.

3. Pengembangan opini didasarkan pada argumentasi ideologis yang kuat, bukti dan informasi yang valid, dengan komunikasi politik yang simpatik, santun dan menggugah.

4. Kolaborasi dari para kader yang memiliki :aqidah yang mendalam, mentalitas yang tinggi, disiplin yang kuat dan terlatih dalam gerakan.

5. Menjalankan semua program dengan prinsip profesional dan memanfaatkan berbagai sarana dan teknologi yang mutakhir.

G. LAMBANG DAN MOTTO GEMA PEMBEBASAN

• Lambang resmi Gema Pembebasan

• Motto Gema Pembebasan

“ Bersatu, Bergerak, Tegakkan Ideologi Islam”

H. JENIS KEGIATAN GEMA PEMBEBASAN

Sebagai organisasi pergerakan mahasiswa Islam Ideologis, Gema Pembebasan telah merancang berbagai jenis kegiatan dakwah baik secara rutin maupun secara insidental. Kegiatan-kegiatan Gema Pembebasan adalah diskusi, talk show, seminar yang membahas masalah-masalah aktual dan krusial dalam perspektif Islam, aksi massa sebagai respon atas isu aktual yang berkembang baik di tingkat nasional maupun lokal, selebaran (keafleat), opini ke media massa, open recruetment, Training Pembebasan (TP), focus discussion group (FGD), dan sejumlah kegiatan lainnya yang dapat mendukung pengembangan opini Islam Ideologis, pembentukan kader mahasiswa Islam ideologis dan penguatan dan pengembangan organisasi.

Komentar Sahabat

Download Ebook Pemikiran Gratis

.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

JOIN WITH US

JOIN WITH US

SEKRETARIAT

SEKRETARIAT